Selasa, 06 Desember 2011

Jawabannya Tidak

Selamat malam senja, sudah lupakah kau pada sinar fajar yang selalu muncul di ufuk timur kemarin sore?
Ketika kita masih becanda dalam ketiak pohon cemara yang berdiri kokoh di tepi lembayung?

Hey, mengapa sekarang kau malah menyinari malam? Memangnya kau pikir matahari itu cukup adil bagi bumi? Mengapa tak kembali kemari lalu bermain masak-masakan dengan mangkuk daun seperti yang sering kita lakukan dulu?

Kemari, sini. Tidak kedinginan ya melintas malam-malam? Tidak lelah ya membebani hidupmu dengan target-target itu?

Jika mau terbang malam-malam, ajak aku donk. Kita bergurau lagi. Kamu mau tidak? Sepertinya tidak.

Tidak ada komentar: