Selasa, 22 Februari 2011

Percakapan Awal dan Akhir

Awal : Aku menyusun rencana pada garis – garis strategis yang menjanjikan khidmat
Akhir : Aku memang hanya terlihat diam dan menunggu, terkadang aku mengejutkan, kadang mengecewakan, kadang membahagiakan.
Awal : Aku telah berjalan tertatih untuk menemukan dirimu wahai Akhir, aku harap mendapat emas terbaik dari yang bisa aku tambang
Akhir : Berjalanlah menurut peta yang telah engkau buat wahai Awal. Jika engkau adalah bijak maka persiapanmu tak hanya untuk keberhasilan tapi juga kegagalan
Awal : Aku meniti temali dengan berjingkat – jingkat pada debu, tanah, hujan, dan awan untuk berhasil. Bagaimana mungkin kau katakan aku harus siap gagal?
Akhir : Kamu berjalan untuk semua yang bernada positif tapi tahukah kamu positif tanpa negatif adalah timpang? Persiapan dan proses adalah kuasamu Awal, tapi aku adalah buah dan kejutan
Awal : Akan kulakukan apapun agar kau indah nanti
Akhir : Lakukanlah, aku akan menjadi aku yang sebenarnya ada waktu yang telah disediakan bagiku. Ingat, aku tak memiliki garis batas. Jika kelak dalam perjalanan penitianmu kamu harus jatuh, aku harap kamu tak mengira itu aku. Aku ada pada garis depan, bukan belakang. Aku tak hanya ada di atas tanah. Kau bisa menjumpai aku dibawah tanah, di tengah angin, dibawah huja, diatas awan, didalam gulungan ombak, di tengah salju, di penghujung bulan yang terik, dimana pun aku ada. Hanya butuh niat dan komitmen untuk menemuiku. Awal, silahkan memulai perjalananmu sekarang
Awal : Baiklah, aku akan mulai berjalan. Sampai jumpa dalam akhir dan bukan ujung