Selasa, 04 Januari 2011

T I T I K

Poros bumi bergetar menuju ringkasan nadi yang terbujur pasrah. Zona – zona itu telah tersedia tanpa dipandu, menyeimbangkan diri melalui sayap – sayap yang rapuh. Tertatih, bertahan…..
Baris kata yang terangkai dengan untaian daun waru berlapis kemangi merah putih yang tersusun dengan sangat apik ini pun harus berhenti pada sebuah titik. Tanpa diundang, tanpa permisi, tanpa kata, pun tanda baca
Begitu pun dengan semua yang pernah tertumpah sampai ruah, banjir hingga terjegal – jegal, melompat dengan pemahaman yang sedikit lalu bernegosiasi dengan apa saja yang ada, sekuat tenaga pun waktu selalu enggan. Menuju ke barat namun selalu barat daya yang tersenyum. Terpaku, focus yang terhisap
Akhirnya titik ini hanya bisa berbagi dengan malam yang diam. Titik pun pertanda diam. Titik kini penuh dalam saku, tinggal memilih mau yang mana
Titik itu datang dengan amarah, malu, tersipu, lalu sadar bahwa ia adalah titik
T E R I M A K A S I H

Tidak ada komentar: