Selasa, 16 November 2010

Bocah Nekat

Ini bukan tantang bocah nekat atau akrab dipanggil bonek yang dikenal sebagai supporter sepak bola. Ini tantang seseorang yang berjiwa petualang dan menykai tantangan, malangya ia tak pernah memperhitungkungkan besar kemungkinan gagal atau berhasilnya perjuangan yang ia torehkan. Ia hanya tahu berusaha dan percaya, apa yang diinginkannya tidak akan hanya diam melihat kerja kerasanya.

Ini tetang tekad dan keinginan. Baginya , ini sudah mencapai batas kesabaran untuk gagal, menyerah, lalu menghilang bersama debu jalanan dan tapak – tapak manusia baru yang melintas. Dan bagi yang satu ini, ia sangat menginginkannya, memang tidak butuh karena ia bisa mengakomodir kebutuhannya sendiri tanpa si keinginan. Bocah nekat hanya ingin menggantung, memiliki partner berbagi yang pasti dan tidak lagi menjadi pecundang. Satu tahun delapan bulan, digenggamnya hatinya bersama apa saja yang ia dapat sebagai perbekalan.

Ini mengapa ia disebut bocah nekat. Ia tahu perjalanan menuju keinginan begitu panjang, berliku, terjal, bahkan harus menyebrang di atas jurang yang dalamnya hanya diketahui tanah dasar si jurang. Namun ia tetap berlari, kadang tersandung, lalu berlari lagi hingga pengap udara di paru – parunya. Kini ia sampai pada satu sisi hutan duri. Memilih mundur tak mungkin lagi, maka ia hanya maju perlahan sambil mengamati duri yang hendak dilaluinya, satu persatu. Malang, ia tertusuk. Kini darah melumer ke mana – mana dan si bocah hanya sendiri. Ia juga tak bawa obat, luka – luka itu hanya dibiarkan kering tanpa diberi obat. Ia lalu berjalan lagi, kali ini hampir pingsan, tapi tekadnya mencapai garis finis hampir sampai

Tidak ada komentar: