Jumat, 12 April 2013
Jangan Salahkan Daun
angin bertiup, seperti daun yang juga bertumbuh
meliuk, menikmati tarian angin
lalu beberapa gugur karena mengira angin adalah makhluk jahat
beberap bertumbuh, merambat bersama dahan yang berjnji akan selalu kokoh,
meski nyatanya beberapa malah patah lalu tergantikan dengan dahan baru
beberapa merayap dalam gelora tumbuh kembang
aku membayangkan pohon itu segitiga emas
dan daun bertumbuh sesuai fase hidup
melintas dari bawah ke atas
dalam perjalanan itu, adalkalanya angin menghapus memori daun
pada saat diatas, dia lupa rasanya berada dibawah
pada saat diatas, dia tidak lagi tahu rasanya terinjak dan mengais
pada saat diatas, dia tidak tahu bagaimana merasakan sedih
jadi, jangan salahkan angin
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar