Minggu, 10 Juli 2011

Hitungan Bilangan Bintang

Dulu kita berkalang tanah, tubuh kita bermandi debu dengan bau yang tak sedap pun rupa yang tak mengundang selera. Dulu kita harus bertiarap hanya supaya tak termakan zaman.
Dulu kita berlima…
Lalu seorang diantara kita belajar terbang.Sayapnya yang tak seberapa kuat pun belajar untuk menjadi tangguh.Aku terlempar dalam dimensi yang berbeda, ruang yang berbeda,
Pada tempat yang aku anggap derita…
Aku sendiri, melancong. Tak tahu cara untuk gembira.Kamu yang belajar terbang mulai mahir.Langkahmu tak lagi sempoyongan sekarang. Perlahan-lahan kita mengangkasa
Bukan berlima tapi berempat.
Kini aku lebih mudah bernafas. Awan biru bertebaran disekelilingku. Mereka yang dulu tak pernah mendekat, kini berlomba mencari nama di depan kamu. Lalu aku dan mereka yang dua pun kena getahnya.
Menyedihkan, kita hanya sebatas lembaran.
Mungkin kamu tak sadar karena sedang terbuai. Tak mengapa…
Kita boleh mengangkasa melampaui dari yang ada dalam angan. Kia bisa berenang dalam buaian awan lalu bermandikan ombak dari cahaya bulan teriring salam pengakuan dari daun yang menari indah setiap angin bertiup.
Tapi satu hal tak mungkin luput,,, sekalipun biru disini begitu indah dan membuai, aku masih merindukan tanah yang berkalang pada tubuh kita dulu.
Kita yang bergelimang bintang kini menghitung lagi. Empat bukan lima..

Tidak ada komentar: